Selasa, 20 September 2022



Kita sudah berpisah...
 
Bagaimana kabarmu sekarang?
Baik-baik saja kah?
Aku harap begitu
 
Apa kamu sudah mendapatkan pengganti ku?
 
Jika sudah, aku harap dia lebih baik dariku
Dan jujur aku ingin tau seperti apa dia?
Apakah dia mampu menjadi soosk yang selama ini kamu cari?
Hehehe lucu ya...
Kita dulu berjanji saling melengkapi dan bertahan
Namun akhirnya menyerah juga akan keadaan

Jika belum, aku harap segera yaa
Karena aku tau bahwa kamu sangat butuh sosok untuk mendampingimu.
Tapi aku mohon, cari seseorang yang mampu menemani mu.
Aku tidak mau jika hubunganmu gagal (lagi)

Sejujurnya,
Tidak peduli seberapa berat masalalu kita
Tidak peduli seberapa pahit perjalanan kita
Aku selalu berharap yang terbaik untukmu ...

Rabu, 14 September 2022

KOMA


Hidup itu selalu tentang berjuang, berjuang, dan berjuang
Dunia nggak mau tau kamu kuat atau tidak dalam proses
Dunia nggak mau tau tentang apa yang kamu rasakan
Dunia nggak mau tau kegagalan apa yang kamu lalui
Karena ia akan selalu berputar adil untuk semua manusia

Kamu pernah gagal, Dia pernah gagal. Mereka pernah gagal. Aku pernah gagal
Kita semua pernah gagal
Menghela nafas panjang hanya yang bisa dilakukan sekarang
Pikiran yang tak henti-hentinya minta diberi jawaban,
rasanya berat sekali
Sampai akhirnya lelah menjadi kata satu-satunya yang terucap untuk mewakili segala keluh kesah

Tetapi ingat,
kita tidak sedang berjuang sendirian.
Aku, kamu, dia, dan mereka sedang berproses, namun tidak pada ritme yang senada
dengan memberi jeda, kita bisa istirahat sebentar, mencoba memahami tentang apa yang sebenarnya dikejar? Membenahi diri, santai sejenak dari lelah yang dilalui.
Ibarat kalimat yang berisi koma,
memberi jeda sebelum lanjut pada arti lain

Sebuah Alasan?

 
Entah mengapa perpisahan selalu menjadi hal yang menyebalkan, terlebih ada alasan yang mengapung.
Aku tidak akan menahan kepergian lagi, aku tidak akan mengharapkan kepulangan, tapi aku hanya meminta penjelasan.
Kenapa kita berpisah?
 
Paling tidak, beri aku penjelasan
menerka membuatku semakin tersiksa, rasanya lelah berasumsi dengan diri sendiri yang belum pasti apakah itu benar.
Aku hanya bisa melampiaskan pada marah yang tak diketahui alasannya,
aku hanya bisa melampiaskan pada tangis yang entah untukku atau perpisahan ini,
aku hanya bisa melampiaskan pada kecewa yang sudah terlanjur ku rasakan
 
apa aku melakukan kesalahan?
apa aku tidak membuatnya nyaman?
apa aku tidak cukup baik?
apa ada yang lain?
apa dia malu bersamaku?
apa aku memang tidak pantas?
 Banyak sekali pertanyaan yang menyakitkan tapi tidak satupun terjawab olehmu, tidak satupun dari semu itu mau dijelaskan
 Paling tidak beri aku penjelasan, bila memang kita tidak bersama, jangan pergi tanpa alasan.
mungkin mudah saja bagimu melupakanku, meninggalkanku ... tapi tidak untukku ...
 
Aku sungguh tak ingin mengatakan ini, tapi setidaknya kamu harus tau,
tidak ada yang lebih keji dari seseorang yang ingkar janji....
 
 

 
 
cr. @ini.untukmu

Untuk Kamu

Untuk kamu yang tak pernah ku lupakan...
 
sebenarnya, apa yang membuatmu begitu spesial?
padahal dulu kamu biasa saja.
kamu baik seadanya, romantis secukupnya, terkadang humoris, malah sering membuat moodku tidak karuan.
tapi kenapa melupakanmu aku tak mampu?
 
aku menghabiskan hari-hariku, hanya untuk berusaha melupakanmu.
aku memang bercanda tawa seperti biasa,
aku bisa bertemu bahkan mencoba untuk menjalin kisah baru, aku terlihat bahagia tanpamu, kan?
tapi aku lakukan itu semua, hanya untuk mengalihkan pikiranku darimu
 
aku hanya takut...
aku takut bila aku menggenggam tangan baru,
tapi tanganku masih ingin meraihmu.
aku takut bila aku didekapan yang baru,
tapi aku masih mencari kehangatanmu.
aku takut tidak bisa mencintai orang baru.
 
dan setelah apa yang aku lewati selama ini,
aku hanya ingin tahu,
apakah kamu merasakan hal yang sama?
 
 
 
cr. @ini.untukmu

Minggu, 28 Februari 2021

Don't Compare Your Life to Others




 

 "Hidupnya enak, ya?"

Bagaimana rasanya? kalau melihat kehidupan orang lain di instagram?
mereka terlihat senang,
mereka terlihat kaya,
mereka terlihat baik-baik saja.
bahkan kadang kita sampai insecure setengah mati, gara-gara melihat hidup mereka, yang terlihat sangat sempurna.
Dia punya semuanya, hanya dengan modal fisik mereka.
 
Nggak adil ya rasanya?
kita yang berusaha mati-matian tidak mendapatkan apapun,
sedangkan mereka yang hobinya berleha-leha, party sana-sini, mendapatkan semua yang mereka mau.
 
Tapi kamu harus tahu,
mungkin mereka tidak bahagia, cuman mereka pandai menyembunyikannya.
mungkin mereka tidak baik-baik saja, cuman mereka tidak mengeluh.
 
coba deh, mulai lebih bersyukur
mungkin kita lebih kaya dari apa yang kita pikir, mungkin kita lebih bahagia dari apa yang kita rasain, kalau kita berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain.
 
Kita harus berhenti untuk banding-bandingkan hidup kita sama orang lain, kita nggak bakal bahagia kalau begitu terus, dan mereka yang "lebih" dari kita itu SANGAT BANYAK.
Jadi, nggak ada gunanya insecure dan overthinking karena orang lain.
 
 
cr. @ini.untukmu

Sabtu, 12 Desember 2020

Untuk aku, terima kasih karena ...

 
Sebelum kita mulai ucapkan terima kasih, aku rasa baiknya tulisan ini kamu baca dengan suasana hati tenang setelah menghela napas panjang.
Karena, pada setiap kata ada kekuatan yang berupaya membuatmu untuk selalu tegar.
Maka dari itu, teduhlah...


Terima kasih karena sudah bertahan
Pernah nggak ngerasa hidup itu berat banget, seperti hampir setiap saat ada cobaan yang selalu membuat kita ngerasa nggak sanggup lagi untuk jalanin ini semua.
Tapi pada akhirnya, saat ini juga kamu masih sanggup membaca tulisan ini, yang artinya kamu sudah memilih bertahan.
berterimakasih lah pada dirimu untuk kekuatan ini.

Terima kasih karena sudah menangis
Dikala dunia tidak sedang memihakmu, bahkan orang yang kamu sayang sedang meninggalkanmu.
Kamu memilih untuk menangis, kamu hebat
karena beranikan diri untuk jujur kepada dirimu tentang rasa sakit itu, setidaknya setelah terisak semalaman, kamu akan merasa sedikit tenang.

Terima kasih karena sudah tersenyum
Dikala hari yang rasanya sangat berat, mungkin tanpa sadar kamu sempat selipkan senyum walau cuma sedetik saja.
berterimakasih lah akan senyum itu
karena bahkan saat waktu mulai berdusta,
dirimu akan selalu menopang,
dirimu lah yang akan selalu bersamamu,
dirimu lah yang akan melewati semua ini

Terima kasih banyak
atas segala perjuangan untuk aku
sangat bersyukur lahir ke dunia sebagai aku
walau mungkin, nasib setiap orang pasti berbeda
namun bersama diriku, melewati semuanya terasa lebih baik. Perjuangan, pengorbanan dan semangat yang senantiasa bersamaku selalu

Maka, dalam kesempatan ini,
aku ingin mengajak kalian semua yang sudah berterimakasih pada diri sendiri untuk memeluk ragamu dengan erat, menepuk pundak dan bernafaslah dengan panjang.
 
Terimakasih untuk hari ini
Semoga besok jadi lebih baik
 
 
 
 
cr. @ini.untukmu 

Kamis, 26 November 2020

"Indah Pada Waktunya"



Ada waktu 'tuk berduka
Ada waktu 'tuk bersuka
Ada waktu 'tuk berdiam
Ada waktu 'tuk berkata ...

Namun diatas segalanya
ku tahu Allah ku bekerja
mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi-Nya ...

Di saat yang kualami
tak seperti yang kuingini
di saat tiada jawaban
mengapa harus terjadi ...

Namun diatas segalanya
ku tahu Allah ku bekerja
mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi-Nya ...

Reff:
Mungkin tak kupahami
apa yang kini aku alami
namun ku tahu pasti
Kasih Allahku takkan berhenti...
kan ku serahkan semua pergumulanku pada-Mu Yesus
karena ku tahu pasti semuanya kan jadi indah pada waktunya ...