Rabu, 04 Februari 2015

NOTHING !

Rabu, 04 Februari 2015
Hari ini akan diingat selalu, hari dimana tepat saya berada di titik terendah dalam hidup saya, hari dimana semua perasaan berkecamuk, hari dimana saya merasa sangat terpukul, hari dimana tepat Tuhan betul-betul menguji saya.
Hari ini, airmata yang keluar menjadi saksi, sahabat, dosen, teman-teman menjadi saksi saya menjatuhkan airmata saya, karena saya tidak sanggup dengan apa yang saya jalani, apa yang Tuhan siapkan untuk saya, saat dimana senua perasaan saya menjadi puncak. Kecewa, marah, benci, menyesal, sakit hati, berdosa, galau, stress, malu, kuat, dan sangat down.
Hari ini, saya betul-betul akan mengingatnya, hari dimana saya berjanji dalam hati saya.
Hari ini, sangat melelahkan.............................................

Jumat, 02 Januari 2015

Not Fiction, But Action

Beberapa film, khususnya film-film produksi barat nyatanya emang memiliki tema-tema yang menarik. Menarik karena tema-tema itu di luar imajinasi dan nggak bisa kita temuin di dunia nyata. Film Avatar contohnya, film yang mengangkat topik alien ini ceritanya lain dari kebanyakan film. Jika biasanya dikisahkan alien yang mencoba ngejajah planet kita, Avatar justru ngisahin usaha manusia yang ngejajah planet lain.Lalu ada juga cerita tentang Limitless. Yang ngangkat cerita tentang seorang pria yang secara nggak sengaja nemuin pil ajaib yang bisa bikin fisik dan otaknya bekerja secara luar biasa. Bahkan karena minum pil itu, ia bisa meeyelesaikan buku yang selama ini bikin dia stres hanya dalam waktu sehari atau dua hari, jadi best seller pula! Belum lagi film-film produksi Marvel, yang ngisahin tentang para superhero. Semuanya itu menarik, tapi tetap saja semua itu adalah film fiksi alias khayalan.
Nggak masalah kita nikmatin dunia-dunia khayal itu, tapi yang paling penting adalah jangan sampai kita sendiri juga hidup dalam dunia khayal. Cuma bisa berkhayal macam-macam, tapi nggak pernah ada usaha. Kita daoat meniru J.K. Rowling, yang bisa berkhayal kemana-mana tapi dituangkan jadi mahakarya.
Jika, someday kita ingin jadi anak yang bisa bikin orang tua meneteskan airmata terharu karena menang kompetisi? Kita jangan hanya berkhayal, akan tetapi mulai melakukan hal-hal yang perlu supaya bisa mewujudkan mimpi tersebut. Jika ingin sukses, mulai sekarang harus ubah cara hidup agar disiplin.
Life is not fiction, it's action! Berkhayal itu perlu, tetapi jangan berhenti sampai di situ saj. Kita harus mewujudnyatakan khayalan itu kewat usaha kita.


SpiritGirls September2014

Mengapa Aku, Tuhan?

Pada akhir tahun 1960-an, hidup seorang figur yang sangat gemilang di cabang olahraga tenis. Dia adalah Arthur Ashe. Prestasinya sebagai olahragawan begitu menyita perhatian publik pada saat itu karena ia adalah orang kulit hitam yang mampu menjuarai berbagai turnamen tenis di AS. Padahal pada saat itu, diskriminasi terhadap orang kukit hitam lagi kuat-kuatnya.
Sayangnya, ia kemudian mengidap HIV yang menular lewat tranfusi darah. Seorang wartawan pun mewawancarainya: "Anda memiliki berbagai prestasi di bidang tenis yang mengangkat kaum anda, anda memiliki istri yang cantik dan anak yang pintar. Tapi, saat ini anda mengidap HIV, apakah anda tidak bertanya kepada Tuhan, mengapa harus anda yang mengidap pwnyakit ini?
Dengan bijaksana, Arthur Ashe menjawab, "ada jutaan orang yang belajar tenis, ratusan di antaranya mahir bermain tenis, puluhan di antaranya mengikuti turnamen, tapi hanya satu yang pada akhirnya menang, yaitu saya. Ketika saya mengangkat piala turnamen Grand Slam tersebut, saya tidak pernah bertanya pada Tuhan, mengapa harus saya yang menang di dalam turnamen itu? Ketika kita tidak pernah menanyakan mengapa hal terbaik terjadi dalam hidup kita, seharusnya kita tidak perlu mengeluh juga ketika hal buruk menghadang dan bertanya kepada Tuhan: 'mengapa ini harus terjadi padaku?' "
Hal ini mengajarkan kita bahwa kita harus selalu bersyukur apapun keadaan maupun situasi yang kita alami, baik atau buruk, percayalah Tuhan selalu membantu kita.



SpiritGirls Juni2014

Sabtu, 27 Desember 2014

Tantangan Hidup

Jadi salah satu live wallpaper bawaan sebuah brand handphone, Dandelion, tumbuhan yang tangkainya tipis ini biasanya punya bunga yang berarna kuning atau putih berbentuk gumpalan mirip kapas bulat yang juga adalah biji-bijinya. Bunga yang juga biji ringan ini kemudian sering digambarkan beterbangan ke mana-mana. Saking ringannya, ia seperti menari ketika dibawa angin. Ke mana lalu perginya? Terserah si angin! Tapi yang jelas, tumbuhan ini bisa hidup di mana-mana. Bahkan pernah ada kasus Dandelion ini tumbuh di dalam telinga seorang anak kecil!
Bunga Dandelion emang nggak seindah bunga mawar, enggak seharum bunga melati, dan juga enggak semahal bunga anggrek. Ia justru kelihatan rapuh. Tapi nggak seperti mawar,melati, atau anggrek yang takut angin, Dandelion justru suka sama angin. Sebab lewat kekuatan angin yang menerbangkan dan membantingnya ke tanah itulah, ia pada akhirnya bisa bertumbuh.
Ada kalanya kita nggak bisa memilih akan ada di mana kita. Layaknya angin, kuasa kehidupan (entah itu bencana, tuntutan hidup, keadaan keluarga) bisa aja membawa kita ke mana pun ia mau. Ke tempat-tempat dan keadaan-keadaan yang sama sekali nggak kita harapkan. Tapi belajar dari Dandelion, bawa serta 'benih' kita ke mana pun angin kehidupan membawa kita, sehingga kita tetap bisa bertumbuh dan memberi dampak.
SpiritGirls Oktober2014

Terlalu Nyaman

Siapa sih yang nggak pengen hidupnya merasa nyaman? Bukankah keadaan seperti ini yang umumnya kita kejar? Kalo punya rumah pengennya rumah yang nyaman; kalo mau naik angkutan selalu cari yang nyaman; cari tempat perawatan kulit dan wajah, cari yang nyaman; sekolah yang nyaman; pengen dapet pacar yang bisa ngasih rasa nyaman.
Biasanya kita tuh berpikir kalo hal-hal yang nyaman bisa bikin kita bahagia. Tapi jangan salah, terjebak rasa nyaman tuh nggak selamanya baik. Kita bisa jadi nggak lagi mikirin tujuan ke depan, rencana hari esok, atau meningkatkan kemampuan diri.
Ya, rasa nyaman emang harus disyukuri, tapi di sisi lain kita juga harus waspada akan bahayanya. Rasa ini bikin kita kehilangan daya dorong untuk diri sendiri, menghilangkan kemampuan untuk bisa ngeliat tantangan baru, serta membutakan mata kita untuk ngelihat hal yang paling penting.


SpiritGirls Oktober2014

Jumat, 26 Desember 2014

Hidup Karena Luka


Suatu hari di musim salju yang amat dingin, sekelompok landak tinggal secara berkelompok dalam sebuah gua untuk mencari kehangatan. Para landak tersebut saling mendekatkan diri, tapi saat mereka berdekatan rupanya duri mereka saling melukai. Setelah beberapa saat, para landak memutuskan untuk menjaga jarak karena terluka oleh duri tersebut. Akhirnya mereka harus merasa kedinginan yang teramat sanagt dan bahkan hampir mati. Mereka pun bimbang, terluka karena duri atau mati karena dingin. Akhirnya dengan bijaksana mereka memutuskan untuk berkumpul dan berdekatan kembali. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil karena duri agar dapat merasa hangat. Cara ini yang membuat mereka selamt dan bisa berthan hidup.
Siapa sih yang pengen hidup sama orang-orang yang nggak sejalan atau sepaham sama kita? Jujur, punya teman yang biki luka di hati tuh nggak enak banget. Yang ada cuna kecewa dan sakit hati. Kalo bisa dilukiskan tuh  ibarat besi ketemu besi yang terus aja terjadi gesekan. Tapi kalo direnungin, apakah kita bisa menghindar dari orang-orang yang punya temperamen yang nggak sesuai sama temperamen kita? Nggak kan? Kenyataannya di mana pun kita berada, selalu aja Tuhan 'mempertemukan' kita sama teman-teman yang demikian. Akibatnya nggak jarang kita mesti menahan rasa sakit akibat gesekan. Tapi, Tuhan justru nemuin kebaikan dari gesekan-gesekan yang bikin luka itu. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Keindahan justru muncul dari gesekan-gesekan itu, sifat dan karakter makin terbentuk sesuai sama yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Hubungan yang sempurna yang dijalin dalam sebuah kehidupan inu adalah sebuah hubungan di mana semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu untuk menerima dan menghormati kehangatan yang diberikan oleh orang terdekat. Inilah yang akan membuat hidup terasa lebih bermakna dan membuat setiap manusia akan bisa bertahan hidup dalam situasi dan juga lingkungan yang ekstrim.


SpiritGirls Oktober2014

Saingan Nggak Penting

Kebanyakan cerita sinetron Indonesia tuh rada lebay. Salah satu yang bikin lebay adalah karakter tokoh-tokoh cewenya, mau yang ibu-ibu atau masih ABG sama saja. Biasanya cuma satu dua yang baik, sisanya licik banget! Kelicikan itu ditunjukan dalam bentuk persaingan.
Di sinetron remaja, misalnya, persaingannya pasti sekitar cowo, penampilan fisik (padahal pake seragam aja loh!), terus ortu kaya. Gak jauh-jauh dari situ deh.  Saingan prestasi cumqn sekadar bumbu. Tokoh cewe baiknya pasti dibully abis-abisan sama cewe-cewe jahat yang bakal ngelakuin apa aja buat ngalahin saingannya, sampai ngelakuin hal-hal yang nggak masuk akal. Seolah-olah kerjaannya seharian cuman mikirin gimana caranya ngejatuhin saingannya itu. Plis deh! Sedangkan di dunia nyata banyak kok cewe-cewe yang bersaing untuk hal yang lebih penting.
Kita mesti udah harus ninggalin persaingan-persaingan yang nggak ngebawa kebaikan apapun. Saingan penampilan? Kalo mau jadi model sih emang diperluin, tapi kalo sehari-hari buat apa sih? Apa nggak cape tiap hari mesti ngintipin penampilan saingan kita, terus harus ngeluarin segala daya upaya plus biaya cuma buat 'keep up' sama dia? Duh, rugi banget! Rugi waktu, rugi tenaga, pokoknya rugi banget. Sama halnya juga dengan saingan gadget, nggak akan ada habisnya.
Kita perlu bersaing, tapi buat alasan yang benar dan tujuan yang jelas. Supaya kita bisa pakai energi dan waktu kita buat ngerjain hal-hal yang lebih penting. Masa muda itu singkat, so jangan cuma dihabisin buat persaingan yang nggak jelas. Rugi. Ada terlalu banyak hal yang jauh lebih penting.
SpiritGirls Oktober2014